Banyak orang yang selalu memiliki idealisme dalam dirinya sendiri, tetapi banyak juga dari mereka yang menyadari bahwa tidak semua idealismenya mampu diterima oleh orang lain sebagai perkara yang benar.
Padahal sesungguhnya kebenaran datang dari kesalahan yang akhirnya diperbaiki, agar kemudian mampu menempati kebenaran. Namun, kebanyakan dari kita sering kali menutup keinginan untuk menyampaikan apa yang sejatinya kita rasa benar, dalam sebuah idealisme yang kita kurung bersama rasa takut terhadap sebuah kesalahan itu tadi, dan parahnya malah menuntut diri sendiri untuk menyempurnakan idealisme itu sebagai suatu perkara yang benar sebelum akhirnya benar-benar yakin untuk ditunjukkan.
Padahal sejatinya manusia itu "Al insaanu mahalul khotho' wan nisyan." Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Wajar jika apapun yang idealisme kita tonjolkan akan menempati kesalahan, karena disitulah letak sejatinya hidup kita sebagai seorang manusia.