Ketika kau sholat, kau gunakan untuk apa sholatmu?
Jangan pernah bicarakan tentang taatmu kepada Allah karena kau mampu beribadah. Karena terkadang, di balik semua taatmu, ada kepentingan pribadi yang juga ikut di dalamnya. Salah satunya fadhilat sholat, karena sering kali yang merusak esensi ibadah adalah fadhilat.
Apa yang membuatmu mampu sholat?
Jangan pernah bicarakan tentang kesehatan organ tubuhmu yang membuat kau mampu sholat. Karena di balik tabir yang mendinding banyak cerita, kau kerap terjebak di dalamnya. Bahwa sebenar-benarnya nilai ibadah bukan tentang ketaatan, tetapi tentang cinta yang melahirkan rindu. Yaitu sebuah penyakit yang begitu menggelora pada perasaan yang selama ini mampu menggetarkan pelataran-pelataran surga. Karena selama kau terjebak dalam kehidupan dunia, jalan keselamatanmu hanyalah rindu yang dilahirkan oleh rasa cinta.
Apa yang membuatmu cinta jika itu kau bicarakan pada lisan?
Jangan pernah bicarakan tentang perasaan yang kerap kali kau sebut membuncah tatkala kerinduan menghadirkan rasa gelisah. Karena cinta hanya bisa dirasakan oleh hati yang sepenuhnya pasrah, pada seluruh keinginan kekasihnya yang disebut dengan mahabbah.