Saat sebelum kau dilahirkan ke dalam dunia, hingga akhirnya kau lahir ke dalam dunia. Allah senantiasa memberikanmu kehidupan. Lalu kau tumbuh menjadi seorang anak kecil yang lucu dan lugu, menyebabkan sebuah senyuman untuk orang tuamu, bukankah itu juga merupakan bagian dari manfaat dalam kehidupanmu?
Kemudian saat kau mulai memasuki masa kanak-kanak, kau akan diajarkan oleh orang tuamu membaca, menulis, berpikir, dan memberikanmu pahaman tentang agama. Jika sedari kecil, orang tuamu telah menanamkan keimanan kepada Tuhanmu, yaitu Allah. Akankah Allah memasukkanmu ke dalam neraka? Jika memang benar Allah ingin memasukkanmu ke dalam neraka, maka Allah tak akan pernah mengisi cahaya ketauhidan ke dalam hidupmu. Atau di lain hal, itu bisa saja menjadi sebab kasih sayang Allah kepadamu, karena Allah tidak ingin menghinakan hidupmu ketika Allah memaksamu ada di dalam surgaNya, itu sebabnya Allah menyucikan dosamu di dalam neraka. Karena sejatinya apa yang kita terima di akhirat nanti, tergantung dari bagaimana kita berbuat selama di dunia ini.
kita terlahir sebagai umat dari nabi yang paling dimuliakan Allah, yaitu Rasulullah Saw. Bahkan Allah berfirman di dalam Al-Qur'an yang artinya menyatakan bahwa "Engkau adalah sebaik-baik umat di muka bumi ini." Maka dari karena itu, sehina apapun kita, seberapa banyak pun dosa, ingatlah bahwasanya keimanan masih ada dalam hati kita, dan betapa ampunan Allah itu lebih besar daripada dosa kita.
Maka tak berlebihan jika kita katakan bahwa orang yang berputus asa dari rahmat Allah, itu adalah orang yang tak berhak mendapatkan jaminan surga.