Kamis, 11 Maret 2021

Dewasa Itu Seperti Apa?


Dewasa itu nggak diukur dari usia, dewasa juga nggak diukur dari sebuah pengakuan diri sendiri kepada orang lain. Dewasa lebih condong kepada perbuatan kita yang selama ini telah menjadi penilaian di mata orang lain, yang menandakan kita sebagai sosok pribadi yang dewasa. 

Ada banyak orang yang menginginkan kedewasaan sebelum masanya tiba, memaksa usia remajanya untuk bersikap layaknya orang dewasa. Karena dalam pandangannya, dewasa adalah bentuk kebebasan di mana kita tidak lagi dilarang atas sesuatu yang kita pilih dan inginkan. Sebegitu inginkah kita diberikan kebebasan sampai-sampai mendambakan sebuah kedewasaan?
 
Pernah mikir sebentar nggak? Apa yang sebenarnya kamu tuju dari hidup ini? Umurmu sekarang berapa? Ke depannya kamu mau apa? Kemarin-kemarin apakah kamu sudah melewati hari yang menurutmu itu memberikan manfaat untuk orang lain? Pernah nyadar sama itu semua nggak?
 
Gini, semua orang itu pasti punya masalah dalam hidupnya masing-masing, tapi bukan berarti dengan masalah itu ada, kamu harus merasa tumbuh dewasa dulu untuk menyelesaikannya. Kamu harus cukup mengerti apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan untuk masalah itu, bagaimana kamu mengurainya secara perlahan agar bisa kembali lurus dan terselesaikan. Setelah kamu menyelesaikan satu masalah, bukan berarti kamu membanggakan sebuah masalah itu sebagai tanda dari kedewasaanmu, masalah akan tetap menjadi sebuah masalah, tetapi masalah seringnya menjadi utusan untuk mengantarkan sebuah hikmah.
 
Jadi, jangan ngerasa hidup tuh gini-gini aja, jangan ngerasa orang lain sibuk sama dunianya, jangan ngerasain apa yang nggak layak untuk dirasain. Pribadi yang observatif itu sering kali tahu ke mana pikirannya melangkah untuk menyikapi dunia dan lingkungannya.

Share: