Selasa, 09 Maret 2021

Hujan Dinihari


Di tengah malam yang sunyi dan senyap, aku tiba-tiba mendapati suara rintik hujan yang perlahan tetesannya menghunjam deras jatuh ke bumi. Langit memuntahkan nirwana di tengah waktu yang memelodikan kesunyian, aku yang ditempa di dalamnya bersama kesadaran yang tak kunjung larut akhirnya terpana dalam menafsirkan bunyi tetesnya. Karena satu di antara riuh hujan di penghujung malam, aku selalu mendapati hadirmu dari ujung ingatan.

Mungkin kau akan mengingatnya, pada hari dan tanggal tulisan ini dipublikasikan, dan kau seharunya menyadari bagaimana perasaanku sebelum akhirnya tulisan ini terbentuk. Karena tidak ada satupun dari kalimat singkat ini, yang mampu mengurai algoritma rasa dalam mewakili seutuhnya harapan. Karena percuma, selain aku, kau juga akan menyadarinya sendiri. Bahwa apa yang ada di dalam kepalaku saat ini, adalah apa yang kau sembunyikan kuat-kuat selama ini.

Hujan sempat berhenti sesaat, berganti dengan suara rintikan gerimis yang syahdu. Pada saat itu, pikiranku juga sempat terjeda dalam menuliskan bagian ini, tetapi tidak lama kemudian, hujan kembali menerkam buas, pada tetesan yang semakin mendominasi bumi dengan beringas. Jemariku seolah-olah dituntun oleh tarian hujan yang menghempas bersama hembusan angin, diterpa tak tentu arah, kemudian jatuh dan terperangah.

Mugkin orang-orang semakin meningkatkan kenikmatan dalam lelapnya, saat hawa dingin mulai merembas pada  tubuh. Temperature suhu pada pendingin ruanganku masih stabil, dan aku tak ada niatan untuk mematikan, sebab aku sudah akrab pada suhu tersebut. Persetan jika nanti matahari akan menjelang, suhu tubuh akan mengalami drastisnya perubahan.

Sebenarnya, ada yang ingin kuakhiri dalam penulisan ini. Namun, aku bingung harus bagaimana mengakhirinya. Sebagaimana aku tak ingin perasaan ini berakhir, pun apa yang memberatkan pikiran masih kuat untuk meminta diabadikan dalam tulisan. Harapanku tak tertulis panjang dan jelas di sini, tetapi harusnya kau sudah lebih dahulu mengetahuinya, giliran waktu yang menanti kapan saatnya akan tiba.

Agar tidak ada yang benar-benar kuakhiri, ada baiknya akan kumulai tulisan ini sebagai perjalanan pertama dari Daily Journal. Selamat menjalani aktivitas hari sebagaimana mestinya, akan kulanjutkan tidurku saat tulisan ini menjadi tidak lagi rahasia, dan aku hanya berharap itu sebagai pertanda.

Chairico Ilhami, 9 Maret 2021, 2:48AM.
Share: