Senin, 08 Maret 2021

Alasan Seseorang Tidak Bahagia

 


Kebahagiaan adalah suatu bentuk keadaan yang pasti selalu didambakan oleh seluruh manusia, kebahagiaan yang selalu diiming-imingi oleh kesenangan dan senyuman. Kebahagiaan sendiri menurut KBBI bermakna sebuah perasaan tentram dan damai. Akan tetapi, kita sering menemukan banyak orang yang masih mengakui bahwa dirinya belum bahagia, bahkan merasa seolah-olah waktu, dunia, semesta, bahkan Tuhan, tidak berpihak padanya. Ditambah lagi ketika kita yang mendengar itu mencelanya sebagai sebuah kesalahan. Tentu hal itu hanya akan membuatnya semakin tertutup pada kebahagiaan.

Kita bisa saja menjadi orang yang sama jahatnya dengan mereka yang tidak bahagia dan menuding orang yang di sekitarnya sebagai ketidakberpihakannya. Karena kita menganggap orang yang tidak mampu berbahagia itu adalah seseorang yang sudah merasakan putus asa. Padahal sebetulnya tidak, kebahagiaan akan selalu ada pada setiap kehidupan manusia, kebahagiaan yang hanya memiliki makna tersendiri pada pandangan mata hati.

Kebahagiaan tidak pernah hilang dalam hidup kita, hanya saja kita yang tidak pernah bisa menemukan letak kebahagiaan itu sendiri, kebahagiaan yang hanya berada dalam pandangan kita, dan berujung pada rasa yang kita ciptakan sebagai sebuah kebahagiaan.

Dikatakan oleh Haidar Bagir, seorang pengajar tasawuf, dalam bukunya yang berjudul Islam Risalah Cinta dan Kebahagiaan, bahwa sesungguhnya kehidupan tak memiliki sifat lain, kecuali kebaikan. Bahwa (apa yang tampak sebagai) kesusahan adalah kebaikan (juga), hanya saja dia tersamarkan. Kesusahan sesungguhnya tak lain dari kegagalan kita menembus permukaan luar atau kemasan saja, ketidakmampuan kita menangkap makna terdalam dari beberapa kejadian, dan ketidakberhasilan kita dalam meraih fenomena.

KH Ahmad Zuhdiannor juga pernah mengatakan bahwasanya orang yang mampu berbahagia adalah orang yang tidak mempermasalahkan hidupnya pada persoalan dunia, dan kemampuan hatinya dalam berpikiran positif terhadap apa yang telah Allah berikan dalam hidupnya.

Karena apa-apa yang kita anggap baik, pada akhirnya akan memperoleh kebaikan juga, dan sebaliknya apabila kita menganggap sesuatu sebagai keburukan, pada akhirnya juga akan datang sebagai keburukan
Share: