Sabtu, 29 April 2023

Silent treatment

Banyak orang yang nggak pernah sadar kalau sikap dan sifat yang kadang nggak kita tahu apa impact nya kepada orang lain, itu bisa menjadi bagian dari sebuah kejahatan. Salah satu contohnya adalah silent treatment ini, di dalam dunia psikologi silent treatment bisa disebut dengan kekerasan emosional yang tanpa disadari membuat efek psikologis seseorang menjadi tidak nyaman. Kadang hal-hal kayak gini biasanya terjadi dalam sebuah hubungan atau relasi, yang intinya punya kenalan baik atau ada something exaggrated.

Seorang profesor dari universitas Purdue fakultas psikologi, Kipling D. Williams mengatakan bahwa perbuatan ini tuh dianggap sebagai sebuah kondisi memanipulasi. Yaitu perilaku mengucilkan atau mengabaikan seseorang untuk memberikan efek atau perasaan yang sama seperti ketika kita mengalami cedera fisik.

Sederhananya kalau saya coba simpulkan itu kayak keadaan kita ketika lagi marah atau kecewa, tapi kita nggak sanggup untuk menunjukkan rasa marah atau kecewa tersebut dengan terang-terangan. Biasanya silent treatment akan jadi jalan keluar dadakan yang nggak pernah kita sadari bahwa itu akan menjadi sebuah kejahatan.

Di dalam penelitian tahun 2020 silent treatment ini merupakan suatu kondisi yang kalau dikaji lagi akan mengaktifkan anterior singular korteks, bagian otak yang mendeteksi rasa nyeri secara fisik. Simpel sebenarnya, tapi kalau dikaji lebih dalam, psikis yang dihajar oleh silent treatment ini mengantarkannya kepada fisik, dan kita secara nggak sadar ada di dalamnya dan kebingungan atas keadaan yang dihadapi pada saat itu. Orang jadi nggak ngerti hal sekecil ini karena memandang remeh terhadap isu kesehatan mental.

Fenomena silent treatment ini juga biasanya banyak terjadi dalam sebuah hubungan romansa sepasang manusia, ketika seseorang merasa marah dengan kekasihnya, maka dia akan mendiamkan diri dan tidak mau berbicara kepada kekasihnya sampai dia benar-benar tidak merasa marah lagi. Mungkin tujuannya baik, agar di suatu hubungan tidak terjadi masalah panjang lebar hanya karena perdebatan yang diawali oleh rasa marah, tapi silent treatment yang dilakukan oleh seseorang ini kadang nggak sepenuhnya bisa diterima secara fair oleh banyak orang, beberapanya akan berdampak pada kondisi mental seseorang yang membuatnya berpikir berlebih akibat didiamkan. Jadi, berusahalah untuk memposisikan diri untuk tidak menjadi jahat kepada orang lain pun kepada diri kita sendiri dengan membangun komunikasi yang baik. Karena di dalam sebuah hubungan, yang dibangun itu adalah hidup dua orang manusia, bukan satu saja. 
Share: