Rabu, 19 April 2023

Trust issue

Kecendrungan memandang diri benar dan menganggap orang lain salah bisa jadi lahir karena kita terlalu percaya diri dan menganggap bahwa kita punya value serta privilege yang cukup besar. Namun, dalam konteks ini saya tidak akan menyinggung tentang rasa percaya pada diri seseorang, melainkan saya akan membahas tentang kepercayaan yang kita bangun kepada orang lain.

Sederhananya trust issue lahir karena adanya interaksi yang kemudian membangun kepercayaan di antara keduanya. Mengutip salah satu perkataan konten kreator psikologi, Analisa Widyaningrum, "Mempercayai apa yang ada di depan mata kita saja kadang sulit, apalagi yang cuma kita dengar dari orang lain. Jadi jangan sampai hubungan dalam relasi kita terdinding oleh tidak adanya rasa kepercayaan pada satu sama lain."

Dalam konteks ini, kita perlu memiliki kepercayaan terhadap orang lain agar bisa membangun relasi yang cukup baik. Contoh sederhana, mungkin kita sering menemukan di setiap masing-masing keluarga yang mana di dalamnya mereka memiliki dokter pribadi untuk mengkonsultasikan keluhan-keluhan mereka terhadap sebuah penyakit. Nah, kepercayaan mereka kepada dokter itulah yang membuat mereka akhirnya tidak sungkan untuk menyampaikan keluhannya, karena mereka percaya kalau mereka menyampaikan keluhannya pada orang yang tepat, karena mereka tahu dokter yang mereka percayai itu mempunyai potensi untuk menghilangkan keluhan tersebut.

Kembali ke redaksi pertama, kita akan cenderung merasa bahwa diri ini benar dan menganggap orang lain salah karena kita tidak bisa atau sulit membangun kepercayaan kepada orang lain, dalam konteks ini kita menjadi takut kepada potensi yang dimiliki oleh orang lain. Seperti contoh sederhana yang saya bawakan tadi, apa jadinya jika kita sulit membangun kepercayaan pada seorang dokter yang secara nyata memang lebih berpotensi mengobati, ketimbang rasa percaya diri kita yang merasa benar dan tidak percaya kepada dokter tersebut.

Sebenarnya ada banyak faktor yang membuat kita sulit membangun kepercayaan kepada orang lain, bahkan kepada orang-orang potensial yang harusnya kepercayaan itu bisa dengan mudah untuk kita miliki. Kembali lagi, yang perlu diperbaiki adalah diri kita yang terlalu jauh berasumsi dengan penuh kebenaran hingga kita begitu kesulitan melihat potensi orang lain yang akhirnya membuat kita sulit percaya pada potensi tersebut.
Share: