Rabu, 26 Mei 2021

Stigma berkarya dan berkarir

Banyak orang berpikir bahwa seorang seniman adalah seseorang yang bisa melahirkan karya seni. Namun, kebanyakan dari kita tidak sepenuhnya mengerti pada mahalnya sebuah harga dari satu karya seni. Bisa dikatakan bahwa karya adalah hasil perbuatan yang menjadi karakteristik seseorang yang ada dalam dirinya, yang menjadikan dia istimewa karena dia mampu membuatnya. Namun, kebanyakan orang memandang bahwa kita tidak dapat hidup dari karya yang dihasilkan, karena kita masih beranggapan bahwa karya adalah suatu hobi yang tidak terikat dengan karir. Mungkin pola pikir society kita tidak memandang karya seni sebagai profesi. Karena apa? Karena seniman bukanlah seseorang yang akan pasti menerima imbal hasil berupa uang. Sedangkan yang disebut profesi adalah yang bisa menghasilkan uang.


Bagaimana caranya agar orang lain memandang bahwa kita dapat hidup dari sebuah karya? Yaitu dengan adanya para penikmat karya. Sebelum kita mendapatkan seorang penikmat karya, kita perlu memicu orang lain agar tertarik pada karya yang kita hasilkan dan membuat mereka merasa terhibur serta membuat mereka merasa puas pada karya kita. Apapun itu bentuknya.


Saya pernah berbincang dengan seseorang mengenai kegiatan saya sebagai seorang penulis. Namun sebelum itu, saya tidak mengklaim diri saya sebagai seorang penulis hebat, tetapi saya berusaha untuk membuat diri saya sebagai seorang penulis yang membawakan manfaat. Saya mengungkapkan keinginan saya untuk bisa hidup dari karya, sementara dia bertanya dengan pekerjaan saya yang nantinya akan menjadi apa. Tidakkah dia, mereka, bahkan orang lain di luar sana, mampu memandang karya seni sebagai sesuatu yang lebih dari hobi? Karya memang tidak dapat menjanjikan kita untuk hidup dari sana, tetapi setidaknya dengan karya kita mampu membuat diri kita untuk tetap waras dengan yang namanya bekerja dalam menghasilkan karya.

Share: