Selasa, 04 Mei 2021

Kimi No Nawa [Anime Review]


Kimi No Nawa atau Your Name adalah salah satu film animasi Jepang bergenre romance, fantasy yang dirilis pada tahun 2016 dan disutradarai oleh Makoto Shinkai. Ini adalah anime pertama kali yang saya tonton dan langsung membuat saya jatuh cinta terhadap anime-anime yang lainnya.


Sebelum memutuskan untuk menonton anime ini, sebenarnya saya adalah tipikal orang yang sangat anti dengan menonton anime, disertai dengan dalih bahwa saya tidak ingin disebut orang lain sebagai wibu. Karena kata wibu pada saat itu memiliki konotasi yang cukup negatif bagi saya pribadi. Namun, setelah menonton anime ini beberapa tahun yang lalu, saya punya perspektif lain mengenai apa sebenarnya itu wibu. Saya meyakini bahwa tidak semua orang yang menyukai anime berhak dikatakan sebagai wibu. Karena wibu adalah mereka yang begitu terpengaruh terhadap kebudayaan Jepang. Sedangkan orang yang menikmati anime sebagai tontonan, justru mempelajari banyak hal dari tontonannya.


Kimi No Nawa bercerita tentang seorang perempuan bernama Mitsuha Miyamizu dan seorang laki-laki bernama Taki Tachibana. Yang mana dari kedua tokoh tersebut sebelumnya tidak pernah saling mengenal dan tempat tinggalnya pun berada di dua kota yang sangat jauh. Namun, kedua di antaranya terkadang merasa seperti sedang bermimpi bertukar jiwa, tetapi lama-kelamaan mimpi itu terasa seperti nyata. Karena merasa seperti sedang tidak bermimpi, mereka berdua akhirnya membuat buku harian untuk mencatat kejadian yang mereka alami dan rasakan ketika sedang bertukar jiwa. Hingga akhirnya tiba suatu hari di mana fenomena di antara keduanya berhenti. 


Perasaan yang membuncah di hati keduanya itu akhirnya mendorong Taki Tachibana untuk mendatangi keberadaan Mitsuha Miyamizu, berbekal petunjuk yang diketahuinya melalui buku harian yang pernah masing-masing mereka tulis ketika mereka sedang bertukar jiwa dan raga.



Di tengah-tengah alur inilah para penonton akan terkejut dan menyadari semua keterkaitan alur cerita dengan bentuk visual yang disuguhkan di dalam anime ini. Makoto Shinkai begitu piawai mengemas adegan pertemuan mereka berdua dalam dua dimensi yang berbeda, dan hal itu lantas mulanya membuat penonton bertanya-tanya, hingga kemudian mengerti seutuhnya. Bahkan dari pengemasan visual yang cukup epic dan detail ini membuat hasilnya sangat memuaskan untuk dinikmati.


Dari anime ini saya mengakui kehebatan jepang dalam membuat, mengemas, dan mempersembahkan visual cerita cinta dengan alur yang sangat tidak diduga. Bayangkan saja di tahun 2016, anime ini sudah dirilis dengan alur cerita yang cukup epic. Jika di tahun-tahun berikutnya menyusul cerita-cerita epic tentang cinta, kiranya cukup Kimi No Nawa sebagai panggung utama inspirasinya. Dari anime ini pula saya menyusul ketertarikan dengan film-film anime lain yang tidak kalah epicnya.



Ending pada anime ini juga dikemas dengan sangat filosofis, di mana akhirnya Taki Tachibana dan Mitsuha Miyamizu saling tatap dan bertemu di barisan anak tangga yang saling berselisihan. Kemudian keduanya saling bertanya nama dan film pun selesai dengan segudang tanya di kepala para penonton. Namun bagi mereka yang menikmati alur ceritanya mungkin akan merasa cukup dengan akhir seperti itu, meskipun agak sedikit tanggung, tetapi pengemasannya yang memang cukup mengesankan.

Share: