Maksudnya seperti ini, ketika kau mencintai orang lain sebelum kau mencintai diri sendiri, otomatis kau akan menyeluruhkan rasa cintamu kepada orang itu. Namun tanpa tahu apakah ada penerimaan ataukah penolakan di dalamnya. Jika di dalamnya terdapat sebuah penerimaan, itu adalah suatu keberuntungan yang amat besar. Langkah kemudian yang kau lakukan hanyalah menenggelamkan dirimu kepada orang yang kau cinta, menghilangkan seluruh kemauan apapun tentang dirimu demi orang yang kau cinta, dengan itu kau juga layaknya menyayangi diri sendiri.
Namun, jika di dalamnya terdapat penolakan, adalah sebuah keburukan yang menimpamu. Sebab mau tidak mau, kau harus bersiap untuk kehilangan sebagian dirimu, dan meratapinya dengan isakan yang tak ada seorang pun mampu menanggungnya selain dirimu, bahkan dirimu sendiri akan dibuatnya begitu lelah dalam merasakan kecewa, tetapi apa daya jika cinta yang kau tempatkan telah membuat kau sendiri layaknya seorang binatang, dan lambat laun ia akan mengikis kemanusiaan dalam dirimu.