Rabu, 14 Oktober 2020

Anomali Manusia


Entah darimana teorisasi dan spekulasi berawal, semua yang terlontar pada banyak kepala manusia sering kali menjadi bagian dari sebuah asumsi paling kritis, lantas menjadi idealisme paling egois, dan kebanyakan orang menggunakan embel-embel toleransi. 

Sejatinya pencitraan tentang toleransi hanya menjadi sandaran bagi banyak idealisme yang begitu egois untuk dimenangkan dari keinginannya, tetapi dengan tutur kata yang mengasumsikan toleransi tentunya. Semua yang diprasangkai oleh hal-hal positif sering kali diterima dengan asumsi yang asumtif, seolah-olah citra sebuah perspektif hanyalah tentang kebaikan. 

Nyatanya, keburukan juga ingin menempati kebaikan dengan diterimanya keburukan itu sendiri pada ranah kebaikan, hanya saja cara kebanyakan orang menganalisis hal-hal seperti ini menjadi sebuah ironi paling negatif.
Share: