Sejauh ini bentuk mindset sebuah ambisius itu sering kali terjebak pada lingkaran pendidikan. Bukan berarti ambisi perihal pendidikan itu tidak penting, hanya saja korelasi ambisi yang melingkari lingkup pendidikan selalu terkesan seperti mengurung ambisi itu sendiri, fatalnya ini malah berdampak ke minimnya toleransi dan menganggap sekitar kita sebagai sebuah benalu yang tidak relevan dengan ambisi itu tadi.
Definisi ambisi sendiri menurut KBBI adalah keinginan keras untuk mencapai sesuatu. Jatuhnya makna kata ambisi itu lebih dominan ke arah nafsu atau hasrat, sedangkan dalam suatu pembelajaran--entah itu dalam dunia pendidikan atau kehidupan--mengatakan bahwa istimewanya manusia itu terletak pada akalnya. Maksudnya, dengan akal kita akan mencukupkan segala sesuatu atas tiap-tiap usaha yang kita lakukan. Selama kita masih punya tujuan, kita masih akan tetap berada di jalan yang sama untuk sampai ke sana, nggak ada yang salah sama ambisi, hanya saja kadang orang salah kaprah dengan hasil yang ada di dalam ambisiusitas itu tadi.
Di sisi lain, manusia seperti apa yang bisa mempunyai mindset sehat perihal ambisi dan relevansi kata hati? Rumit memang jika ingin menyetarakannya pada keseimbangan. Seorang manusia tidak akan benar-benar menjadi manusia jika ia hanya berambisi pada apa yang ia ingini. Kata hati? Berguna apa ia untuk dijadikan ambisi? Justru kata hatilah yang mencukupi ambisi itu sendiri.