Minggu, 24 Oktober 2021

Yang terlewatkan begitu saja dari kita


Tidak seperti mendatangi coffeshop pada umumnya yang bisa saya lakukan sendiri dan merasa nyaman-nyaman saja. Kegiatan hunting street photography agak sedikit berbeda rasanya, saya yang sejak awal merasa introvert ketika bersama orang asing, agak sulit jika harus memotret sendirian di tengah-tengah orang ramai, maka jadilah saya selalu mengajak teman saya untuk menemani barang kali sebagai teman ngobrol sembari berjalan mencari momen yang bagus untuk diabadikan di dalam kamera.


Kebetulan tanggal 23 Oktober 2021 kemarin, Banjarmasin sedang merayakan hari jadi yang ke-495 tahun. Malam itu lokasi di sekitar kawasan siring tendean dan sekitarnya dipadati oleh masyarakat. Selain karena level PPKM yang sudah rendah menjadi level 2 dari yang sebelumnya level 4, juga penyebaran virus covid yang sudah mulai berkurang. Masyarakat tentu ingin memanfaatkan momen tersebut dengan ikut merayakan hari jadi kota tempat tinggal mereka.


Saya sendiri pastinya juga ingin memanfaatkan momen tersebut dengan melakukan kegiatan hunting street photography. Sudah cukup lama juga rasanya saya tidak menemukan kondisi di mana Banjarmasin akan seramai itu dipadati oleh masyakarat. Karena semenjak saya mempunyai kamera DSLR di tahun 2021 awal dan mulai menekuni dunia street photography, saya belum pernah bertemu secara langsung dengan momen seramai itu. Sedangkan di tahun 2020 saja, saat itu Banjarmasin kalau tidak salah sedang melaksanakan PSBB secara ketat karena pandemi covid yang menyebar luas di daerah Kalimantan Selatan, dan pada saat hari jadi kota Banjarmasin yang ke-494 kemarin, perayaannya hanya dilakukan terbatas, tidak semeriah seperti tahun-tahun sebelumnya.


Sebenarnya tujuan utama saya ingin melakukan kegiatan street photography malam itu karena saya ingin melihat pertunjukan watershow dan laser yang sudah diagendakan pada pukul sembilan malam. Sedangkan saya sudah berangkat dari rumah menuju kawasan siring dari jam delapan malam. Karena terlalu asyik berjalan sembari mencari momen, tidak terasa waktu sudah hampir menunjukkan pukul sepuluh malam, sedangkan agenda acara yang saya tunggu-tunggu tidak kelihatan kapan mulainya. Sementara masyakarat sekitar masih cukup ramai menikmati malam akhir pekannya di tengah keramaian tanpa harus diiringi oleh rasa takut berlebih akan penyebaran virus covid-19 yang sudah mulai mereda ini.


Saya masih mewajarkan jika agenda acara watershow tersebut diundur ke waktu yang jauh dari rencana awal, karena terakhir kali saya menyaksikan acara watershow pada tujuh tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2015 saat perayaan hari jadi Banjarmasin yang ke-488. Agenda acara yang direncanakan juga agak jauh mundur dari waktu yang sudah dijadwalkan. Yang saya tahu, itu adalah acara watershow terakhir yang saya lihat dan sesudahnya memang tidak ada lagi acara tersebut. Baru di tahun 2021 ini saya sempat melihat jadwal agenda acaranya, akan tetapi sampai ketika saya ingin pulang pun juga tetap tidak ada, bahkan masyarakat yang sebelumnya beramai-ramai berada di kawasan sekitar siring tendean juga sudah mulai sepi dan suasana menjadi sedikit agak lengang.


Akhirnya saya memutuskan untuk lanjut saja mencari momen untuk dipotret dan menghiraukan rencana awal saya, toh di keadaan seperti itu saja saya kelimpungan mendapati banyak momen yang berkesan untuk diabadikan. Jika sebelumnya saya cukup sulit dan harus menunggu lama untuk beberapa momen yang berkesan, lain halnya di malam itu yang ada banyak momen tetapi keadaan yang terlalu ramai membuat saya jadi agak kewalahan. Padahal saat itu saya juga berganti-gantian memotretnya dengan teman saya. Pegal juga rasanya tangan jika memotret terus, karena memang kamera DSLR agak cukup berat dibandingkan kamera mirrorless yang bobotnya lebih ringan dan lebih canggih tentunya.


Yang menarik pada malam itu adalah, orang-orang yang awalnya dirundung oleh rasa takut dengan berbagai macam kekhawatiran, akhirnya mulai berani percaya bahwa semua akan baik-baik saja, meski tidak seleluasa sebelumnya. Meskipun di balik itu, ada sebagian orang yang menentang kuat dan menolak mentah-mentah, tetapi seni menghadapi hidup memang hadir dari sana. Ada berbagai macam penolakan dan penerimaan di dalamnya, entah kita akan berperan sebagai apa.


Kita semua yang hadir di sana, secara tidak langsung membangun negosiasi perihal interaksi untuk mencapai kesepakatan, antara menyetujui dan disetujui pada masing-masing keinginan, untuk kemudian bertukar kasih dan tawa, melalui keuntungan dan kebahagiaan yang sama-sama dirasa. Walau keadaan membentuk kita dengan pandangan yang cukup berbeda.


Akan selalu ada hal-hal yang kita lewatkan begitu saja tanpa tahu pada makna-makna apa yang kejadian berikan lewat tatap mata kita, karena pada akhirnya semua akan berlalu begitu saja tanpa kita sadari keberadaannya. Semua memang akan berkesan di sepanjang sudut ruang ingatan yang pernah melaluinya, dengan sisa-sisa cerita yang nyata.


Bahkan pada masing-masing keluarga kecil, akan selalu ada malaikat yang kehadirannya bisa dirasakan secara nyata, ikut merasakan euforia yang sama, walau untuk saat itu ada banyak hal yang belum bisa dimengerti dari kepalanya. Namun mereka ada, dalam menyempurnakan bahagia untuk orang-orang yang mencintainya, dari tawa dan senyumnya.


Pada akhirnya, semua memang akan berakhir sebagaimana mestinya, kesepian di tengah keramaian yang pernah menjamah, juga akan kembali menemukan tempatnya, tetapi tidak dengan kejadian-kejadian yang mungkin bagi sebagian orang memiliki berbagai macam arti yang berbeda-beda.


Sampai bertemu kembali di daily journal selanjutnya, semoga saya selalu diberikan niat dan kemampuan untuk bisa membagikan apa-apa yang telah saya dapatkan.
Share: